Bab 141.-3

564 Kata

Rasanya sudah tidak sabar untuk bisa segera menikmati ranjang empuknya. Dan malam ini ia berharap bisa tidur nyenyak sambil memeluk guling kesayangannya. **** Pagi harinya, Sultan benar-benar dibuat terkejut melihat sosok perempuan yang datang di jam 7 pagi. Saat mereka akan berkumpul di ruang makan untuk sarapan. “Ayo, Sesa … kita langsung ke ruang makan saja. Sebentar lagi Sultan sudah akan berangkat kerja. Kamu juga harus ke kampus, kan?” Marita tersenyum. Wanita itu meraih sebelah tangan Sesa, lalu menarik pelan. Calon menantunya ini seorang dosen. Sesa melirik pria yang berdiri menatapnya. Wanita itu berdehem. “Ayo, Sultan. Bukannya kamu sudah harus berangkat jam setengah delapan?” tanya Marita seraya berjalan melewati sang putra. “Dia itu bos, tapi, datang ke kantor lebih dulu d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN