Bab 143.-2

723 Kata

“Jangan dilepas, Ed. Tadi dia lari, dan hampir bertabrakan dengan orang.” “Wah … jadi begitu ceritanya? Apa Raja sudah tidak sabar ingin segera keluar dari tempat ini?” Ed menggenggam sebelah telapak tangan Raja, lalu mengayun langkah pelan untuk bisa mengimbangi ayunan kaki pendek Raja. Raja mendongak lalu memperlihatkan cengirannya pada Ed. Gigi-gigi putih nan rapinya terlihat. “Raja harus hati-tahu. Raja tahu kan, kalau jatuh itu rasanya sakit?” “Iya, Uncle. Raja tahu. Raja tidak lari. Raja … ja-lan.” Raja menjeda kata terakhirnya, dengan nada seolah menegaskan apa yang sekarang ia lakukan. Ed terkekeh. “Oke, sekarang Raja jalan sama Uncle. Nanti kita jalan-jalan di kota ini,” janji Ed yang langsung disambut suka cita oleh Raja. Anak kecil itu melonjak kegirangan. Tawanya terdengar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN