“Kansa,” panggil Sumi setelah mereka berdua masuk ke dalam kotak besi. “Ya, Bu.” Kansa menjawab sambil menekan tombol lift. Setelah menekan lantai yang mereka tuju, Kansa menegakkan tubuh—berdiri di samping sang ibu. Kansa menoleh. “Ada apa? Ibu mau makan sesuatu? Nanti kita bisa beli sebelum ke hotel. Atau ... mau makan di kantin?” tawar Kansa. “Bukan itu.” “Oh ….” Kansa menatap bertanya sang ibu. “Raja paling dekat dengan Ed, kan?” “Maksud Ibu?” "Dibanding sama teman-teman pria mu yang lain, Raja paling dekat dengan Ed.” Kali ini Sumi tidak memberikan nada tanya. Dia tidak bertanya, dia menegaskan. Kansa menatap awas sang ibu. Sesuatu mulai berputar di dalam kepalanya. Sepertinya dia paham ke mana arah pembicaraan sang ibu. Kansa menelan saliva susah payah. “Kalau saja dia muslim

