Bab 150.-3

770 Kata

Kansa mendorong handle pintu lobi lalu menahannya. Menunggu sang ibu keluar baru kemudian membiarkan pintu kembali tertutup. Membelokkan langkah, wanita itu menekan tombol panggil, lalu membawa ponsel ke telinga kanan. Sumi dan Kansa berhenti berjalan di sebelah kanan teras rumah sakit. Sumi menunggu sang putri yang sedang menghubungi taksi sambil mengedarkan pandangan mata. Memperhatikan sekitar. Tak lagi mendengar suara sang putri berbicara melalui sambungan telepon seluler, Sumi menoleh kembali ke arah sang putri lalu bertanya. "Sudah dapat taksinya?" Melihat anggukan kepala sang putri, Sumi menghembus napas lega. **** “Iya, sudah.” Sultan menjawab sang adik yang menanyakan pesanannya. “Memangnya kamu boleh makan pempek? Sudah tanya dokter?” tanya Sultan. Adiknya itu minta dibawakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN