Bab 151.-3

833 Kata

Sultan menatap penuh harap pria yang masih mengendalikan benda bundar di depannya. “Dimana mereka tinggal, Pak?” “Maaf, Pak.” Kata maaf sang sopir membuat Sultan mengerjap. “Saya kehilangan mereka di lampu merah.” Pria yang duduk di belakang kemudi itu memperlihatkan ekspresi wajah menyesal. Dia sudah berusaha mengejar, namun mobilnya tertahan di lampu merah, sementara taksi itu berhasil melewati lampu merah beberapa detik sebelumnya. Saat lampu kembali menyala hijau, dia juga sudah berusaha mengendarai mobil lebih cepat supaya bisa mengejarnya. Sayang, lampu merah yang menahannya hampir 2 menit itu membuatnya benar-benar kehilangan jejak taksi itu. Sultan menghentak napas keras. Kecewa, tapi … lagi-lagi itu salahnya. Dia tidak bisa menyalahkan pak Dar. “Apa kamu melihat plat nomor ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN