Bab 152.-1

702 Kata

“Kansa,” panggil Ed, ketika melihat Kansa berjalan menjauh dari kamar wanita itu. Dia berencana untuk mengajak Kansa, ibunya, dan juga Raja sarapan. Dia baru bangun tidur setelah semalam bekerja lalu terhubung dengan keluarganya di Amerika lebih dari satu jam. Entah jam berapa dia baru bisa memejamkan mata dini hari tadi. Ed memperlebar ayunan kaki panjangnya, begitu melihat Kansa berhenti berjalan lalu memutar langkah ke arahnya. “Mau kemana?” tanya pria tersebut. “Ke rumah sakit.” “Ibu dan Raja?” tanya pria itu. Detik berikutnya, Ed menoleh ke arah pintu kamar yang tertutup. Mengernyit sembari meluruskan kembali pandangan matanya ke depan. “Ibu demam. Tadi sudah minum obat turun panas. Raja menemani ibu. Jadi sekarang aku harus ke rumah sakit melihat kondisi pakdeku.” “Kalian sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN