Bab 157.-2

731 Kata

“Wa’alaikum salam, Kansa. Sepertinya kamu harus ke rumah sakit sekarang.” “Ke rumah sakit sekarang? Memangnya dia sudah pergi?” Kansa tidak menyebut nama Sultan. Dia yakin pak Hartono paham siapa yang dia bicarakan. Terbukti, pak Hartono menjawabnya. “Belum. Pak Sultan masih ada di rumah sakit.” “Kalau begitu, saya tidak bisa ke rumah sakit sekarang, Pak.” Mobil yang dikemudikan oleh Adam bergerak memutar lalu melaju keluar dari pelataran rumah orang tua Niken. Niken memperhatikan Kansa melalui potongan kaca berbingkai yang menggantung di depannya. Sesekali wanita itu menarik napas panjang, lalu menghembus keras napas dari celah bibir yang ia gerakkan ke atas, sehingga poni tipisnya bergerak. “Sebelumnya saya minta maaf karena baru sekarang menghubungi. Tadi setelah bawahan saya telep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN