Bab 157.-3

913 Kata

Sultan memutar tubuh. Berbalik, dua kaki pria itu kembali terayun. Satu tangan kirinya berada di pinggang. Sementara tangan kanannya ia biarkan terjatuh di sisi tubuh. Tangan kanan itu terangkat, menyugar rambut hitam tebal yang pagi ini tidak tersentuh pomade. Mendengar suara derap langkah mendekat, refleks Sultan menoleh. Ia pikir Kansa, namun ternyata bukan. Bukan Kansa yang datang, melainkan beberapa orang berseragam jas putih serta perawat. Mereka berlari melewatinya. Sultan memutar langkah—menatap rombongan tersebut yang kemudian masuk ke dalam ruang rawat Ahmad. Satu orang perawat pria mendorong sebuah benda yang tidak Sultan pahami. Pintu kembali tertutup. Sultan mengalihkan fokus pada dua petugas lapas yang berdiri tak jauh dari depan pintu. “Pak, apa saat masuk ke rumah sakit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN