Bab 158.-3

967 Kata

"Perempuan itu datang tidak sendiri. Dia bersama ibu, seorang anak, dan seorang pria asing.” Pria yang duduk di depan Marita dan juga Bagus Atmadja, memberitahu hasil penyelidikannya. “Anak? Anak?” Marita benar-benar syok. Harapannya tidak terkabul. Jadi, benar si anak babu itu punya ... anak? Anak kecil yang dilihatnya, bahkan sempat dia puji tampan itu … apakah dia anak Kansa? Anak Sultan? Yang berarti cucunya? Marita menggeleng beberapa kali. Dia tidak mau memiliki cucu dari anak seorang pembantu. Apa kabar harga dirinya jika orang-orang tahu dia punya cucu dari anak babu. Bagaimana dengan rencana pernikahan Sultan yang sudah ia atur? Bagus Atmadja yang sudah mengambil alih foto-foto dari tangan sang istri, menatap foto di tangannya. Tarikan napas kasar pria itu lakukan, sementara se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN