Bab 158.-2

738 Kata

Untuk beberapa saat sepasang suami istri yang nyaris 4 tahun tidak pernah bertemu tersebut beradu tatapan, tanpa ada yang mengeluarkan suara. Sampai kemudian suara Sultan terdengar lebih dulu. “Sayang.” Bola mata Kansa membesar. “Tolong lepas.” “Bisa kita bicara sebentar?” Kansa menggeleng. “Aku harus melihat pakde. Silahkan kamu pergi. Bukankah kamu harus bekerja? Jangan sampai nilai saham Atmadja turun karena pimpinannya mangkir dari pekerjaan,” ujar Kansa. Adam dan Niken saling tatap, sementara dua orang petugas lapas berjalan menjauh. “Sayang, kita bicara sebentar.” “Sudah kukatakan aku harus melihat pakdeku.” “Kamu tidak dengar apa kata dokter tadi? Pakde sedang istirahat. Dia sedang tidur. Kita bisa bicara dulu.” Sultan menatap memohon sang istri. "Kita harus bicara." “Aku t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN