“Raja hilang. Putramu hilang!” Suara Kansa meninggi di ujung kalimat. Putranya tidak ada. Dia tidak menemukan sang putra di lobi dan juga di luar lobi rumah sakit. Bagaimana caranya tidak panik? Napas Kansa semakin memburu. Degup jantungnya semakin tidak terkendali. Melihat Sultan hanya terpaku di tempatnya dengan sepasang mata membesar, Kansa berbalik lalu kembali berlari seraya mengangkat sedikit sisi bawah gamisnya. Dua kaki ibu satu anak yang sedang panik tersebut bergerak cepat. Kansa membelokkan ayunan kaki cepatnya ke kanan. “Raja! Ed! Kalian dimana?” Sudah seperti orang gila, Kansa mulai berteriak memanggil Raja dan juga Ed. Membuat beberapa orang menoleh, menatap wanita tersebut. Sedangkan Sultan yang selama beberapa saat seperti kehilangan isi dalam kepalanya itu tersentak. Su

