Mulut Sultan sudah kembali terbuka, namun urung mengeluarkan sumpah serapah yang sudah berada di ujung lidah saat merasakan tarikan tangan Kansa. “Ayo,” ajak Kansa. Dia butuh mobil. “Kemana? Kita harus lihat CCTV dulu untuk bisa mencari Raja.” “Mana ponselku.” Kansa mengambil ponsel yang masih dipegang oleh Sultan. “Aku bisa mencarinya sendiri kalau kamu tidak mau ikut mencari.” Kansa melepas tangan Sultan lalu berbalik. Wanita itu melangkah lebar. “Sayang, kita cek dulu sebentar supaya lebih mudah mencarinya. Aku akan menghubungi detektif kenalanku untuk—” “Aku tidak mau menunggu prosedur mereka. Putraku bisa jadi dalam bahaya. Aku tidak tahu siapa, tapi, bisa jadi ada orang yang membenciku yang berniat mencelakai Raja.” Sultan menyamai ayunan kaki Kansa. Tak lagi membantah, pria it

