Bab 166.-3

1058 Kata

“Tapi aku tidak mencintaimu.” Kalimat itu membuat Sultan terdiam. Pelukan tangan di tubuh Kansa mengendur. Sultan masih menatap Kansa yang kini melengos. Sultan merasakan ribuan jarum menusuk dadanya, lalu mencabik-cabik jantungnya. Rasanya sakit sekali mendengar kalimat itu. Kansa menarik langkah ke belakang. Dan kali ini berhasil. Belitan tangan Sultan terlepas. Kansa menarik napas sepanjang mungkin. Melihat ekspresi wajah Sultan, hatinya seperti teriris. Kansa meremas telapak tangannya. Kansa selalu berusaha untuk membenci Sultan. Dia juga ingin mempercayai bahwa yang ia inginkan hanya berpisah dengan pria tersebut. Seperti yang ia katakan pada ibunya. Namun, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam. Di sudut yang paling kecil, Kansa juga menyadari bahwa ada nama pria itu di dalam san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN