Bab 167.-1

715 Kata

“Aku akan hidup tanpa nama Atmadja.” Mungkin, kalau Pramu Atmadja mendengar kalimat itu empat tahun lalu sebelum pasang ring jantung, dia sudah akan langsung terkena serangan jantung mendengar apa yang dikatakan oleh sang cucu. Pramu Atmadja meringis sambil memegangi d*da sebelah kiri. Pria itu mengatur napas. Sedangkan Sultan sudah langsung berlari keluar untuk mengambil obat jantung kakeknya. Kansa berdiri terpaku di tempatnya. Pun dengan Ed serta Raja yang tampak cemas dan kebingungan. “Keyut kenapa?” tanya Raja, menatap khawatir kakek buyutnya. Suara derap langkah kaki cepat terdengar. Sultan masuk dengan membawa obat jantung kakeknya, dan juga sebotol air mineral ukuran tanggung. Pria itu bergegas menghampiri sang kakek, lalu memberikan obat tersebut pada Pramu Atmadja. Pramu At

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN