Tatapan Pramu Atmadja menajam mendengar kalimat panjang sang cucu. “Maafkan aku. Hanya dengan melepas nama Atmadja, aku akan bisa memperkenalkan Kansa dan Raja tanpa harus mempertaruhkan saham Atmadja.” Sultan menghembus napas lega setelah menyelesaikan kalimatnya. Dia sudah memberikan alasan paling masuk akal pada kakeknya. Meskipun sebenarnya alasan utamanya adalah karena itu yang diminta oleh Kansa. Sultan tidak ingin melibatkan Kansa. Dia mengambil sendiri seluruh tanggung jawab dari keputusannya. Dia juga sudah lelah harus terus mengesampingkan perasaannya, kebahagiaannya, demi nama Atmadja. Sudah terlalu banyak yang ia korbankan. Dia bisa saja melepas perusahaan Atmadja jika tidak kasihan pada kakeknya. Karena tidak tega pada sang kakek, dia bersedia untuk tetap bekerja di perusa

