Bab 167.-2

704 Kata

Sultan menatap Kansa. Tatapan pria itu seolah meminta Kansa untuk memberikan Raja padanya. “Kami akan video call dulu sama kakeknya Raja. Pakde pasti sudah menunggu dari tadi.” Nyaris saja Kansa melupakan janjinya tersebut. Sultan akhirnya mengangguk. Dua tangan pria itu turun, kembali ke sisi tubuh. “Aku juga harus bicara dengan kakek.” Sultan menarik pelan, namun panjang napasnya. “Setelah video call, kamu bisa menemani ibu di rumah sakit. Raja biar bersamaku,” tambah Sultan. Kansa membalas tatapan Sultan, namun tidak menyahut kalimat yang Sultan ucapkan. Bola mata wanita itu kini justru bergerak ke arah Pramu Atmadja. Bertemu tatap dengan sepasang mata pria tua tersebut tak lebih dari dua detik. Kansa mengembalikan fokus pada Sultan. “Tidak perlu memaksakan diri,” ujarnya, sebelum k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN