Bab 169.-2

714 Kata

Kansa mengedip. “Saya tidak menginginkan apapun.” Kansa menjawab. “Saya hanya ingin membesarkan Raja di lingkungan yang sehat. Itu saja. Saya sudah berjanji akan membawa Raja pada Atmadja kelak, saat waktunya sudah tepat.” “Saat waktu yang kamu bilang sudah tepat itu datang, aku sudah mati! Kamu ingin membiarkanku mati tanpa melihat cicitku? Tega sekali kamu.” Suara Pramu Atmadja meninggi. "Kek, tenang. Jangan emosi. Ingat penyakit jantung kakek." Sultan mengingatkan sang kakek. Ia mulai khawatir kakeknya akan kesakitan seperti sebelumnya. Pramu Atmadja menarik panjang napasnya. Membulatkan mulut lalu menghembus pelan karbondioksida keluar. “Kansa.” Sumi menarik sebelah tangan Kansa, hingga membuat Kansa urung menjawab, lalu menoleh ke arahnya. Wanita tua itu menatap sang putri dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN