Bab 169.-3

710 Kata

Dan setelah usahanya mendapatkan maaf, sekarang dia justru diperintah untuk meminta maaf kepada orang yang dibenci. Bagaimana bisa? “Mariana, ajak mamamu keluar. Kalian semua, keluarlah. Kalian membuat kepalaku tambah pusing.” Mariana menatap kakeknya, sebelum kemudian menarik mamanya untuk berdiri. Bagus Atmadja yang merasa tidak ada gunanya berlutut, akhirnya beranjak sambil berpegangan pada sofa di sampingnya. Kakinya bergetar saat ia beranjak berdiri. Buru-buru Bagus Atmadja duduk. Pria itu menahan ringisan merasakan kakinya sakit. “Iya, Pa. Iya. Kami akan keluar. Sebentar, kakiku sakit.” Akhirnya Pramu Atmadja menunggu sampai akhirnya anak-anak dan menantu-menantunya keluar dari dalam ruangan tersebut. Pria itu memperhatikan pergerakan mereka. Tarikan napas panjang pria itu lakuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN