Kansa memindahkan potongan beberapa macam sayuran ke dalam mangkuk besar. “Tapi bapak tidak pernah mau memakannya. Menyentuhpun tidak kalau tahu makanan itu dari perempuan bernama Sesa.” “Pernah waktu perempuan itu datang, langsung ditinggal pergi sama bapak.” Sofi menambahkan. Kansa sekali lagi melirik asisten rumahnya. Tidak merespon, tapi, juga tidak meminta Sofi berhenti bicara. Membuat Sofi kembali melanjutkan apa yang ingin ia katakan. “Saya pernah dengar waktu bapak bilang. ‘Saya pria beristri,’” tiru Sofi. “Wih, saya yang dengar saja rasanya gimana gitu. Harusnya perempuan itu sudah mundur. Kata-kata bapak itu jelas penolakan, iya, kan, Bu? Tapi dasar tidak tahu diri … perempuan itu masih tetap datang.” “Kadang hanya memberikan makanan hasil masakannya, lalu pergi karena harus

