Kansa mengulurkan piring kosong ke depan Sultan. “Terima kasih.” Sultan tersenyum, menerima piring dari sang istri. Setelah itu Sultan mengisi piringnya. “Sudah lama sekali. Aku merindukan masakanmu,” ujarnya pelan. Senyum pria itu terkulum. Setelah sekian lama, akhirnya dia bisa merasakan kembali masakan sang istri. Satu hal yang harus ia syukuri. Sultan segera menyantap makan malamnya. Memasukkan satu sendok penuh makanan ke dalam mulutnya, lalu mengunyah sambil menikmati rasanya. Kepala pria itu bergerak turun naik. “Enak sekali," ujarnya setelah menelan suapan pertama. Pria itu memasukkan suapan ke dua. “Masakan Ibu memang tidak ada tandingannya. Iya, kan, Pak?” Sofi yang berdiri di belakang meja, tersenyum. “Masakan perempuan yang dijodohkan sama bapak itu juga enak, tapi tidak see

