Bab 173.-4

1030 Kata

Sultan yang sudah berhenti di depan Kansa terpisah meja dapur, menatap piring panjang berisi potongan daging. Pria itu membungkuk untuk mencium aroma daging berwarna coklat mengkilap yang membuat mulutnya dengan cepat berair. “Bebek peking, kah?” tanya Sultan sambil mendongak. Meskipun kesal, Kansa menjawab. “Iya.” “Wah, enak sekali pasti.” Sultan menegakkan posisi berdiri. Menggulir bola mata, menatap sang istri sambil tersenyum. Sekalipun mendapati wajah datar istrinya, Sultan tetap tersenyum. “Oh iya, ada kabar baik dari dokter yang menangani pakde Ahmad.” Ekspresi wajah Kansa berubah seketika. Sekarang wanita itu tampak antusias menunggu Sultan meneruskan kalimatnya. “Dokter bilang, cairan di dalam paru-paru pakde sudah dikeluarkan semua. Kondisi pakde juga mulai membaik. Kalau pr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN