"Aku hanya berharap kita bisa bergandengan tangan melewati setiap ujian dalam hidup kita. Bersama-sama bukan hanya di dunia ini, tapi, sampai ke jannahNYA." Sultan menelan saliva. "Kamu mau, kan, Momi Raja?" Sultan menatap semakin dalam dan lekat sepasang bola mata sang istri. ‘TING!’ Suara lift berhenti terdengar. Kansa mengedip lalu mengalihkan pandangan dari pria yang berdiri di sampingnya. D*da wanita itu tampak bergerak kentara ke atas, lalu bergerak turun beberapa saat kemudian. Dinding besi di depan mereka perlahan terbelah, Kansa langsung mengayun dua kakinya, begitu pintu lift terbuka lebih lebar. Di belakang Kansa, Sultan menatap punggung sang istri seraya menghembus napas panjang. Lift terbuka tidak pada waktu yang tepat. Kenapa tidak menunggu sepuluh detik lagi saja? Biark

