Bab 177.-4

736 Kata

‘Semua orang juga bisa mati kapan saja, Pak. Bukan kita yang menentukan sampai kapan umur kita,’ jawab Sumi, tapi hanya di dalam hati. Mana berani dia menggurui Pramu Atmadja. Bisa-bisa dia langsung ditiup, wusshhh … langsung hilang dari peredaran di muka bumi. “Anak seperti Kansa itu pasti mau mendengarkan ibunya. Mungkin hanya Ibunya yang dia dengarkan. Yang lain mungkin hanya Kansa anggap kutu. Tidak penting, bahkan lebih baik dimusnahkan.” Sultan menahan ringisan mendengar kalimat-kalimat yang keluar dari mulut kakeknya. Bisa-bisanya sang kakek sampai membahas kutu saat bicara dengan ibu mertuanya. Sultan menghembus napas melalui celah mulut yang sedikit terbuka. “Ibu paham maksud saya, kan?” “Maaf, Pak Pramu. Tapi, Kansa sudah memutuskan untuk kembali ke California. Dia juga harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN