“Kamu harus bisa pastikan berita itu tidak lagi ada. Dan pastikan istrimu tidak keluar rumah sampai nanti keadaan kondusif. Kalau kamu tidak bisa melakukannya, lupakan kursi kepemimpinan Atmadja. Aku akan memberikannya pada orang lain.” “Pa.” Marita langsung pasang badan untuk anaknya. “Sultan pasti akan melakukannya. Tolong percaya padanya. Tidak ada yang lebih pantas menjadi pemimpin Atmadja kecuali Sultan.” Marita menoleh ke arah sang putra. “Sultan, katakan pada kakekmu kamu akan menuruti perintahnya.” Marita menghampiri sang putra lalu menarik sebelah tangan Sultan yang masih diam belum menjawab. “Sultan,” panggil Marita. Wanita itu sekali lagi menarik tangan putranya. Sultan menghela napas panjang. Akhirnya kepala Sultan mengangguk. Marita langsung menghembus napas lega. Wanita it

