Bab 118.-1

747 Kata

“Bagaimana kondisi Kakek, Dok?” Sultan bertanya, mewakili pertanyaan yang ada di dalam kepala papa dan kedua tantenya. Mamanya dan yang lain menunggu di depan ruang IGD, tempat Pramu Armaja masih mendapat perawatan. “Operasinya tidak bisa ditunda lagi. Harus segera pasang ring jantung. Saya khawatir akan ada serangan susulan lagi. Sepertinya pak Pramu mendapat kabar yang terlalu mengejutkan, sampai dia mendapat serangan tiba-tiba.” “Iya. Sudah lama papa tidak pernah kumat. Kenapa tiba-tiba dia kena serang jantung?” Diana, salah satu anak Pramu Atmadja menoleh ke arah Sultan dan sang papa. “Apa kalian tahu kenapa Papa tiba-tiba bisa kena serangan jantung?” Sultan sempat menahan napas beberapa detik begitu mendengar pertanyaan dari tantenya. Sultan sudah akan membuka mulut—menjawab dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN