Bab 118.-2

718 Kata

Bagus Atmadja menatap tajam penuh ancaman sang putra, sebelum memutar langkah lalu mengayun kedua kakinya. Meninggalkan sang putra sembari menggumam, mengumpat pelan sosok yang membuat putranya nyaris menjadi orang b*doh. Bisa-bisanya Sultan berpikir akan mengundurkan diri dari Atmadja. Demi apa? Bagus Atmadja tidak akan membiarkan itu terjadi. Pria itu melebarkan langkah kakinya seraya mengepal dua telapak tangannya. Sosok yang ditinggalkan oleh Bagus Atmadja itu menarik dalam-dalam napasnya. Katupan rahangnya sudah saling menekan-nekan keras. Sultan memutar tubuh—menatap punggung sang papa yang sudah menjauh. Bola mata pria itu bergerak-gerak. Jika bukan karena rasa bersalah pada sang kakek, Sultan tidak akan peduli. Pria itu akhirnya menggerakkan kedua kakinya. Berjalan ke arah yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN