Ranti mengerjap mendengar cerita sang putri. “Jadi, kamu sudah tidak ingin menjadi istri Sultan?” Nabila langsung menggeleng. Buat apa dijadikan istri kedua oleh pria yang menatapnya penuh kebencian. “Padahal anak babu itu sudah minggat dari rumah. Mama pikir sekarang kamu punya kesempatan untuk mengembalikan semua seperti sedia kala. Pernikahan kalian bisa dilanjutkan. Mama rasa—” Ranti terus bercerita sementara sang putri mengerjap dengan mulut setengah terbuka. **** “Terima kasih, Shanon.” Kansa yang baru saja keluar dari dalam mobil itu membungkuk, tersenyum pada sosok yang duduk di belakang kemudi. “Sama-sama. Sampaikan salamku untuk ibumu. Maaf, aku tidak bisa mampir. Sudah malam. Aku harus segera pulang.” Kansa mengangguk. “Hati-hati dijalan. Sampaikan juga salamku untuk suami

