“Aku jadi semakin penasaran,” ungkap Bryan mendengar penjelasan dari Darren tentang sosok sang hacker. Sementara Sultan terdiam menatap Darren. "Tunggu, apa si Green Peace ini orang yang sama yang kamu sebut temanmu belajar agama Islam? Si istri orang?" tanya beruntun Darren. "Iya. Mereka orang yang sama." "Astaga." Bryan geleng kepala. "Siapa nama aslinya?" Sultan merasakan jantungnya tiba-tiba berdegup lebih kencang. Perkataan sang adik yang memintanya untuk mencari Kansa di tempatnya saat ini kembali terngiang. Lalu, aroma wangi yang sangat familiar itu seolah kembali tercium. Dan bayangan perempuan berhijab berdiri di depan meja resepsionis berkelebat. Sultan mengerjap ketika dalam bayangannya tersebut perempuan berhijab itu memutar kepala ke arahnya lalu tersenyum. “Kansa,” gumam

