“Ayo, sekali lagi. Dorong yang kuat. Kepalanya sudah setengah keluar. Jangan berhenti.” “Arghhhhhhhh!” Kansa menggunakan sisa tenaga yang sudah benar-benar hampir habis itu untuk mengejan satu kali lagi. Kansa tidak yakin akan bisa kembali mengejan setelah ini. Tenaganya sungguh sudah ia keluarkan semuanya. “Arrghhhhhhhh!’ “Iya … bagus. Terus. Sedikit lagi.” “Oo … oeeekkk! Oeekkk! Oeek!” Tangis keras langsung terdengar memenuhi ruang bersalin. Suara bayi itu terdengar menggema. Suara tangis yang sudah ditunggu-tunggu oleh Kansa dan yang lain. Suara tangisan yang terdengar seperti melodi indah ditelinga seorang perempuan yang kini sudah sah berstatus sebagai seorang ibu muda. Di usinya yang baru 22 tahun, kini Kansa akan memulai karir baru sebagai seorang Ibu. Menghadapi tantangan ke de

