Bab 136.-2

705 Kata

Sumi menggeleng beberapa kali. “Jangan bilang begitu. Sama seperti perasaanmu saat melahirkan putramu, seperti itu juga perasaan Ibu saat melahirkan kamu dulu. Kamu itu anugrah terindah dalam hidup Ibu dan bapak.” Sumi kembali menunduk, lalu mengecup dua kali kening putrinya. Air mata Kansa kembali menetes. Sekarang dia sudah tahu seperti apa perjuangan ibunya dulu saat melahirkan dirinya. Maka, sudah sepantasnya ia menyayangi ibunya, membahagiakannya, memuliakannya. **** Sementara itu, di sebuah ruang rawat—di tempat yang berbeda. Yang terpisah waktu 14 jam, suasana tegang terasa di dalam ruangan tersebut. Sebuah ruang rawat VIP yang ditempati oleh perempuan yang pernah menjadi seorang model yang dielu-elukan banyak orang. Namun, setelah berita perceraian beredar, disusul berita penya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN