Bab 78.-2

710 Kata

Di dalam mobil, Sultan memperhatikan Kansa dari kaca spion. Tarikan napas panjang pria itu lakukan. Kansa berbalik, lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Senyum mengembang di wajah gadis itu. Lupakan masalah dengan keluarga Yahya dan Atmadja. Sekarang dia punya harapan besar untuk hidupnya sendiri. Bersama sang ibu tentu saja. Langkah kaki Kansa memelan. Senyum yang baru beberapa saat mengembang itu perlahan menghilang ketika mengingat jika saat ini dia tidak lagi sendiri. Ada satu makhluk hidup yang sedang tumbuh di dalam rahimnya. Hembusan napas lolos dari celah bibir Kansa. Dia masih berusia 21 tahun. Siapa sangka dia akan menjadi ibu muda. Kansa menghentikan ayunan kakinya. Gadis itu menunduk. Dua tangannya terangkat memegang perut. Tarikan napas dalam gadis itu lakukan. Dia akan memi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN