Bab 78.-3

532 Kata

“Kansa ….” Dipanggil oleh sang ibu, Kansa kembali menggeser tatapannya. Tak butuh waktu lama, tatapan mereka sudah kembali terpaut. “Manusia tempatnya salah. Tapi bukan berarti tidak bisa berubah menjadi lebih baik.” Sumi menghembus napas. “Mabuk itu memang melanggar perintah Allah.” Wanita itu menghentikan kembali kalimatnya. Tangannya meremas pelan telapak tangan sang putri. “Tapi masih bisa diperbaiki. Kecuali suamimu memaksamu untuk meninggalkan Allah. Kalau itu yang terjadi, tentu saja kamu harus meninggalkannya.” “Selama kesalahannya bukan yang berhubungan dengan akidah, kita masih bisa memperbaikinya. Beri dia kesempatan untuk berubah lebih baik.” “Ibu kenapa selalu membela bang Sultan?” “Dia orang baik. Ibu ini sudah hidup lama, Nak. Ibu bisa merasakan orang ini baik, atau tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN