"Ke-lu-ar!" Kansa membenahi kerudungnya dengan cepat. “Jaga kesehatan Kak Bila baik-baik.” “Ke-lu-ar!” Kansa mengangguk, lalu dengan cepat mendorong pintu lalu keluar. Gadis itu menarik langkah kaki ke belakang setelah menutup kembali pintu mobil. Menghembus napas, Kansa berdiri menunggu hingga mobil yang ditumpangi Nabila bergerak menjauh. Kansa masih diam di tempatnya. Memutar kepala hanya agar bisa memperhatikan pergerakan mobil tersebut. Tarikan napas pelan Kansa lakukan. Dia tidak bisa menyalahkan Nabila jika sekarang wanita itu memutuskan hubungan mereka. Entah takdir apa yang menantinya di depan. Entah rencana apa yang Tuhan siapkan untuknya di kemudian hari. “Kansa.” Kansa berjingkat mendengar suara yang terdengar cukup keras dan begitu dekat di telinganya. Gadis itu memuta

