Bab 21.-3

742 Kata

“Halo … Sultan … Sultan. Mama masih bicara.” Mama Sultan kesal setengah mati pada sang putra yang tiba-tiba mengakhiri sambungan telepon. “Sekarang dia jadi kurang ajar. Pasti karena pengaruh perempuan itu," tuduh istri Bagus Atmadja. **** Sultan menghentak hembusan napas setelah mengakhiri sambungan telepon dengan mamanya. Kepalanya sedang pusing memikirkan kalimat-kalimat yang Kansa ucapkan saat masih tidak sadar. Pria itu masih menyangkal dan tidak ingin mempercayai pendengarannya. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Kansa menyebut namanya? Pria itu mengacak rambutnya. Pria yang sedang duduk di sofa ruang tamu itu memijat kepalanya. Kenapa ingatan kejadian malam itu masih juga belum kembali sepenuhnya? Semabuk apa dia malam tadi? Dan potongan-potongan ingatan saat dia mencumbu seseo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN