“Ah, benar juga. Kita bisa pakai kostum buat nonton konser itu.” Kansa meletakkan gelas ke atas meja, lalu beranjak. Gadis itu mengedarkan pandangan mata. Melihat Sultan masih serius berbicara dengan para pria lain. Mendesah, Kansa menarik langkah. Dia butuh ke toilet. Kansa melanjutkan ayunan kaki. Dia hanya perlu masuk ke dalam rumah, lalu bertanya pada penghuni rumah. Padahal dia hanya minum dua gelas jus, tapi kandung kemihnya terasa sudah penuh. Kansa mempercepat ayunan kakinya. Begitu masuk, gadis itu menoleh ke kanan kiri. “Permisi … toilet di sebelah mana ya?” tanya Kansa pada seorang wanita yang memakai pakaian seragam. Sudah bisa Kansa tebak apa pekerjaan wanita tersebut. “Yang paling dekat itu … lurus saja lalu belok kanan.” Kansa mengikuti arah yang ditunjuk oleh asisten r

