“Sekalian pamitan sama semua orang,” ujar pria tersebut setelah berhasil menenangkan diri dan merubah ekspresi wajahnya. “Ma, semuanya … kami permisi dulu.” Sultan berpamitan. “Kenapa buru-buru? Baru jam berapa ini sudah mau pulang?” “Saya sedang banyak tugas kuliah.” Kansa memberi alasan. Dia sudah tidak nyaman berada di sekitar orang-orang kaya itu. Kansa mengambil tas nya. Tersenyum pada semua orang lalu berpamitan. “Mari semuanya. Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikum salam.” Para wanita sosialita itu terlihat kaku saat menjawab salam Kansa. Mereka tidak bisa memberi salam seperti itu. Mereka biasa dengan kata-kata yang menurut mereka lebih keren. Bye … see you. Lalu cipika cipiki. Berbeda dengan Kansa yang malah mengambil tangan kanan ibu mertuanya lalu mencium punggung tangan tersebut

