Tubuh Kansa sedikit memantul sebelum benar-benar terbaring di atas ranjang. Dalam hati Kansa bersyukur matras tempat tidur Sultan super empuk hingga tulang punggungnya tidak harus patah. Sialan. Sultan pikir dia barang yang bisa seenaknya saja dilempar? Kansa nyaris emosi sebelum mengingat kembali statusnya. Kansa menahan rasa malu. Terbaring dengan tubuh nyaris telanjang di bawah tatapan tajam Sultan. Bola mata wanita itu membesar sebelum memutar kepala ke arah lain begitu melihat Sultan mulai membuka kemejanya. Kansa tidak berani menatap ke arah pria yang sedang melucuti pakaiannya sendiri. Dingin udara di dalam ruangan tersebut membelai seluruh tubuh Kansa. Mengirimkan gelenyar aneh yang membuat gadis itu menahan napas sesaat. Kansa mendengar suara benda terjatuh. Dengan jantung yang

