Waktu berjalan pelan, tapi juga terasa cepat. Seminggu penuh berlalu sejak Arcelia meninggalkan rumah itu—meninggalkan Dante. Matahari sore mulai merambat turun ketika Arcelia melangkah keluar dari gedung fakultas. Tas selempangnya terayun ringan di bahu, rambutnya yang terurai sebagian menutupi wajah lelahnya. Seminggu ini ia sudah cukup lihai mengatur ritme hidup barunya: kuliah, pulang ke apartemen Daniel, lalu menyibukkan diri dengan apapun yang bisa menjauhkan pikirannya dari Dante. Dan selama seminggu itu pula, ia berhasil menghindar. Setiap kali melihat Dante atau Julius muncul di sekitar kampus, Arcelia akan buru-buru menyelinap lewat pintu belakang, atau pura-pura sibuk dengan teman lain, atau apapun. Ia selalu berhasil... sampai hari ini. Begitu kakinya menjejak halaman depan,

