61 • Dante & Papan Bunga Raksasa

1811 Kata

Pagi itu matahari baru saja menembus tirai tipis jendela apartemen. Cahaya keemasan yang jatuh ke lantai kayu seharusnya memberi hangat, tapi bagi Arcelia, rasanya justru menambah sesak di d**a. Ia duduk diam di tepi ranjang, jemarinya memainkan ujung piyama seakan berusaha mencari pegangan di tengah carut-marut pikirannya. Sejak beberapa hari terakhir, hidupnya tidak pernah benar-benar tenang. Setiap sudut yang ia lalui, setiap ruang yang ia masuki, selalu ada jejak kehadiran Dante—meski pria itu tidak pernah benar-benar muncul di hadapannya. Buket bunga yang datang silih berganti, boneka-boneka yang memenuhi ruang tamu apartemen, hingga pesan singkat yang terus berdenting tanpa henti. Semua itu bukan lagi terasa sebagai usaha manis seorang pria yang menyesal. Melainkan teror halus yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN