Sunyi itu belum benar-benar padam ketika suara dering ponsel memecahnya. Getarannya di meja samping ranjang terdengar nyaring di telinga Dante, meski Arcelia masih terlelap dalam pelukannya. Dante meraih ponsel itu. Nama Arvino terpampang di layar—kepala keamanan pribadinya, orang yang jarang sekali menelepon tanpa alasan penting. Ia menatap wajah Arcelia sebentar, memastikan napasnya tenang, sebelum bangkit dari kursi dan melangkah ke arah balkon ruang rawat. Sambungan itu terhubung. “Tuan, kami sudah menemukan sesuatu,” suara Arvino rendah, nyaris berbisik, tapi terisi ketegangan. Dante bersandar di dinding, suaranya datar. “Bicara.” “Rekaman lalu lintas dan analisis TKP sudah kami cocokkan. Ini bukan kecelakaan biasa. Mobil pelaku—SUV hitam—menggunakan plat palsu. Mereka melakukan

