52 • Sosok Dibalik Penculikan Arcelia

1677 Kata

Ruangan rumah sakit dipenuhi aroma antiseptik yang menusuk hidung. Lampu putih menyilaukan membuat Dante harus berjuang membuka matanya. Kesadaran kembali dengan perlahan, diiringi nyeri menusuk di sekujur tubuhnya. Namun yang paling menyakitkan bukan luka—melainkan kekosongan di sisinya. “Arcelia…” gumamnya serak, jemarinya bergerak resah mencari sesuatu yang tak ada. Pintu berderit terbuka. Julius, dengan wajah muram dan jas hitam yang kusut karena tak tidur semalaman, segera menghampiri. “Pak Dante,” suaranya menahan lega, “Anda akhirnya sadar.” Dante mencoba bangkit, tapi rasa sakit menyerang hingga rahangnya menegang. Dengan keras kepala ia menepis bantuan Julius. Pandangan matanya menajam. “Arcelia… di mana dia?” Julius menunduk, seolah enggan mengatakan kebenaran. “Saat tim e

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN