53 • Sebuah Kekalahan

1650 Kata

Dante Alle Danadyaksa duduk di kursi rumah sakit, tubuhnya masih terselimuti rasa sakit, tapi matanya tetap tajam mengawasi layar tablet di depannya. Sergio, orang kepercayaannya, baru saja kembali dari pengecekan CCTV jalanan. “Pak,” suara Sergio terdengar tegang tapi terkendali, “ada kemungkinan besar pelaku penculikan Nyonya Danadyaksa adalah Marco.” Dante menegakkan tubuhnya, alisnya mengerut. “Marco?” ucapnya pelan, menahan amarah yang mulai memuncak. Ia pernah mendengar nama itu, tapi tidak benar-benar mengenalnya. “Beri aku detailnya.” Sergio mengangguk, menatap layar tablet. “Ya, Pak. Marco… pembunuh bayaran. Berdarah dingin. Selama ini, setiap tugasnya selalu selesai tanpa jejak. Dia dikenal sangat bengis, terampil, dan selalu memakai topeng saat beraksi. Tidak pernah ada yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN