Langit mendung menaungi halaman luas kawasan konservasi budaya di sudut kota yang nyaris tersembunyi dari peta publik. Mobil Dante berhenti tepat di depan gerbang kayu tua yang dijaga dua petugas berbaju adat. Bukan sembarang tempat. Bahkan akses ke sini hanya mungkin terjadi berkat koneksi investigasi Vincent yang tak main-main. Seseorang telah menunggunya di beranda rumah joglo megah nan asri di dalam kawasan itu. Seorang wanita berdiri tenang, anggun dalam balutan lurik klasik berwarna gelap. Rambutnya disanggul rapi, namun sorot matanya tajam dan penuh pengamatan. Parasnya... tak sulit dikenali. Meski lebih dewasa dan lebih keras, wajah itu jelas serupa dengan Arcelia. Itu dia. Raden Ayu Kayesa Oshea Agnidratawangsa. Dante turun dari mobil, langkahnya mantap namun penuh waspada. Ia

