“Gue cuman mau bantu lo, Grey... Buat Rama juga,” Lucky meluruskan maksudnya. Tidak ingin Greisy salah paham. Greisy menatap Lucky, “mending lo balik sana ke acara lo!” kesalnya. Lucky sebaliknya, tidak mau menyerah untuk membujuk Grey hingga berubah pikiran, “Grey, pikirkan lagi. Kalau lo berubah pikiran, gue—“ “Gue sudah terbiasa jalani semuanya sendiri, enggak bergantung sama manusia mana pun. Lo enggak ada kewajiban untuk memaksa gue berubah pikiran. Bergantung sama lo, mau sampai kapan? Setelah gue resign nanti, setelahnya bagaimana? Cari kerja enggak gampang, gue juga enggak mungkin bergantung mengandalkan lo terus.” “Gue enggak keberatan—“ “Atas dasar apa? Namanya membantu atau nolongin itu sesekali, kalau terus-terusan, namanya gue enggak tahu diri dan manfaatin lo!” Grey b

