131. Salah Sasaran

1802 Kata

Hari masih gelap, sekitar pukul lima pagi saat Alea membuka mata. Sekilas, pandangannya jatuh pada sosok di sebelahnya; Kaisar yang masih terlelap tidurnya dalam posisi telungkup, dengan lengan kirinya menyentuh pinggulnya. Wajahnya menghadap ke arah Alea, napasnya teratur, bibirnya sedikit terbuka. Alea menatap lama tanpa sadar menarik napas dalam. Ada sesak yang menyelinap, bukan karena benci, tapi karena kebingungan. Hatinya campur aduk. Atas apa yang terjadi semalam, ia tak tahu harus menyesal atau tidak. “Bodoh,” gumamnya pelan, menepuk dahi sendiri. “Alea, kamu benar-benar bodoh.” Ia menunduk, menatap jarinya sendiri, mengingat betapa mudahnya dia luluh oleh bujuk rayu Kaisar, oleh tatapan mata yang selama ini selalu ia rindukan. Satu sisi hatinya berteriak ingin marah, tapi sisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN