Alea menghentakkan kakinya kesal, sementara Kaisar malah senyam senyum sendirian. Pria itu membuka lebar pintu rumah, lalu mempersilahkan istrinya agar masuk duluan. Suara pintu tertutup pelan menandai keheningan yang panjang. Angin malam menyusup lewat celah ventilasi, membawa hawa dingin yang menusuk kulit. Dengan langkah berat, Alea melewati ruang tamu tanpa bicara. Terus masuk ke dalam hingga kamar utama yang Alea tuju. Perempuan itu memutar handelnya dan pintu pun terbuka. Kaisar tidak menguncinya. Alea masuk ke dalam. Yang ingin ia lakukan hanya tidur mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah seharian beraktivitas. Sungguh, Alea sudah capek dan malas berdebat. Apalagi mengikuti drama yang Kaisar buat. Namun demikian, Alea tetap berjaga-jaga jangan sampai terjadi sesuatu yang ti

