100. Keputusan Alea

2008 Kata

Kaisar berdiri dengan wajah memerah, jemarinya masih gemetar menahan emosi. Strip pil KB yang sudah diremas tadi tergeletak di meja samping ranjang, seolah menjadi bukti pengkhianatan yang menusuk harga dirinya. Alea, dengan wajah lelah dan mata berkaca-kaca, hanya bisa duduk di tepi ranjang sambil menunduk. “Kamu sungguh egois, Le.” Kaisar akhirnya membuka suara, nadanya dingin, tapi sarat dengan amarah yang tertahan. Alea menegakkan wajahnya, air mata jatuh di pipi, namun ia berusaha tetap tegar. “Ya, aku memang egois.” Kaisar melangkah maju, menatapnya tajam. “Kamu sadar nggak? Mama selalu menunggu cucu dari pernikahan kita ini. Mama selalu berharap pernikahan ini jadi awal dari keluarga besar yang lengkap. Tapi kamu malah begini? Minum pil tanpa izin, tanpa bicara, tanpa pikirin per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN