Langit malam kota mulai dipenuhi lampu-lampu jalan. Kantor-kantor besar yang menjulang di pusat kota telah sepi, hanya menyisakan cahaya neon yang berkelip di antara jendela-jendela. Kaisar mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, pikirannya tak tentu arah. Seharusnya malam ini, ia langsung pulang ke rumah. Seharusnya, ia bisa langsung membaringkan tubuhnya yang lelah di ranjang besar, meski rumah itu kini dingin tanpa kehadiran Alea. Namun entah kenapa, begitu kata-kata mamanya siang tadi terngiang—bahwa Alea kembali ke kos lamanya—arah setir mobil seakan bergerak sendiri. Roda empat itu berbelok, keluar jalur pulang, menuju sebuah kawasan sederhana yang penuh rumah petak dan kos-kosan mahasiswa. Kaisar memarkir mobilnya tidak jauh dari bangunan kos tempat Alea tinggal. Lampu neon

