124. Kembali Ke Indonesia

1680 Kata

Tiga bulan berlalu begitu cepat. Waktu seakan berlari, menelan segala rasa cemas dan harap yang pernah menyesaki hari-hari Alea. Kini, hari itu tiba—hari kepulangan mereka ke Indonesia. Udara bandara pagi itu begitu riuh dengan suara pengumuman penerbangan dan langkah kaki yang tergesa-gesa, namun bagi Alea, semua terdengar seperti irama lembut yang menyenangkan. Ia menatap Chela yang duduk di kursi dorong, mengenakan topi rajut putih dengan pita kecil di sisi kanan. Wajah mungil anak itu kini jauh lebih segar. Senyum kecilnya mampu meluruhkan setiap rasa lelah. Sementara di sisi lain, Deri tampak sibuk membawa barang-barang mereka. “Sudah siap semua, Pak Deri?” tanya Alea sembari membantu mengancingkan jaket Chela. “Sudah, sepertinya tidak ada yang tertinggal,” jawab Deri menatap Alea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN