123. Akankah Deri Mengejar Dias Lagi?

1936 Kata

Malam itu suasana ruang makan rumah keluarga milik dokter Budi terasa berbeda. Biasanya meja makan dihiasi tawa ringan dan obrolan hangat seputar dunia kedokteran atau bisnis rumah sakit keluarga mereka. Namun kali ini, yang terdengar hanyalah denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Di hadapan dokter Budi duduk Andika, putranya. “Papa ingin bicara serius,” ujar dokter Budi, meletakkan sendok di atas piringnya. “Kamu tahu Alea sudah bersuami?” Andika mengangguk pelan. “Ya, Pa. Tapi mereka sedang dalam proses cerai.” Nada datar di suara Andika justru membuat dokter Budi mendengus keras. Pria paruh baya itu menatap tajam putranya yang kini menunduk dalam diam. “Andika,” ucapnya, nada suaranya meninggi. “Kamu sadar apa yang kamu ucapkan barusan? Bisa-bisanya kamu menyukai istri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN